Membuka Usaha Sendiri

Mungkin Anda tidak puas dengan penghasilan yang Anda dapatkan. Atau mungkin Anda masih punya waktu luang di luar pekerjaan utama? Bila Anda merasakan hal itu, mungkin Anda mulai berpikir membuka usaha sendiri di luar pekerjaan utama.

Sekarang, apa sih yang harus Anda perhatikan kalau ingin membuka usaha sendiri?

1. Bidang Usaha

Tentukan lebih dulu, bidang usaha macam apa yang ingin Anda jalankan. Apakah Anda ingin menjalankan usaha rumah makan kecil? Atau apakah Anda ingin membuka toko aksesoris seperti Tini, atau justru ingin membuka sebuah butik? Bagaimana kalau toko suvenir yang menjual pernik-pernik lucu seperti gelas-gelas lucu atau semacamnya? Bisa juga kan? Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:

  • Bidang usaha yang jarang atau belum ada
    Beberapa dari Anda mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan. Tapi itu bukan berarti Anda tidak akan sukses. Tengok Aqua. Ketika pertama kali diperkenalkan, banyak orang ragu apakah Aqua bisa berhasil di pasaran, padahal belum pernah sebelumnya ada pengusaha yang menjual air minum dalam botol. Bahkan pada awalnya banyak yang mencibir: apa ada orang yang mau membeli air dengan harga lebih mahal dari bensin? Apalagi kita bisa memasak air minum sendiri di rumah. Nyatanya Aqua sukses besar.
  • Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan
    Bisa juga Anda memulai Bidang Usaha yang sudah banyak dilakukan. Kalau tadi banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi di lain pihak banyak juga orang yang ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan. Sebagai contoh, banyak wanita yang ragu untuk membuka butik, karena di sekitarnya sudah banyak yang melakukannya.

    Sebenarnya, walau butik Anda baru berdiri, tapi kalau baju-baju yang Anda jual mempunyai kelebihan atau ciri khas dibanding pesaing Anda, selalu ada peluang untuk berhasil. Belum lagi faktor pelayanan yang baik, walau usaha ini banyak pesaingnya, maka peluang berhasil tetap terbuka.

    Butik BIG milik seorang artis bernama Hughes misalnya, cukup laku juga tuh. Itu karena butik itu memiliki spesialisasi khusus, yaitu hanya menjual baju yang diperuntukkan bagi wanita yang memiliki berat badan ekstra.

2. Lokasi

Di mana Anda ingin membuka lokasi usaha Anda? Di rumah sendiri? Atau Anda ingin menyewa sebuah tempat kecil di pinggir jalan? Atau Anda ingin menyewa sebuah ruko? Jangan lupa bahwa dalam beberapa jenis bidang usaha, lokasi memegang peranan yang cukup penting. Anda sendirilah yang harus menentukan lokasi mana yang tepat dalam usaha Anda. Sekali lagi, lokasi memegang peranan yang sangat penting.

3. Pelanggan

Bagaimana Anda mendapatkan pembeli barang dagangan Anda? Atau bila itu usaha jasa, bagaimana cara Anda akan mendapatkan klien? Apakah Anda akan memulainya dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut? Ataukah Anda akan membuat brosur dan meye-barkannya dari rumah ke rumah?

Beberapa orang yang saya kenal mempromosikan usahanya dengan memasang plang di depan tempat usahanya. Ada juga yang mempromosikan usahanya dengan memasang iklan kecil di koran. Atau, kenapa Anda tidak mencoba memasang iklan Anda di internet? Internet terbukti merupakan media yang ampuh dalam menjaring pembeli, walaupun mungkin tidak semuanya.

Yang terpenting di sini adalah Anda sudah harus tahu terlebih dahulu tentang bagaimana cara Anda dalam mendapatkan pembeli atau klien dari usaha Anda. Bila tak ada pembeli, tak akan ada penjualan. Bila tak ada penjualan, maka usaha Anda tidak cukup berhasil. Sederha na sekali.

4. Tenaga Kerja

Berapa orang yang akan Anda pekerjakan? Apakah hanya Anda sendiri yang bekerja di situ? Apakah Anda juga mempekerjakan sejumlah orang dalam usaha Anda? Mungkin ada baiknya kalau Anda mulai dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit lebih dahulu. Nanti bila usaha Anda makin berkembang, Anda mungkin akan membutuhkan sejumlah tambahan orang yang bisa Anda pekerjakan.

Ada bagusnya bila Anda juga mempekerjakan anggota keluarga Anda. Seperti anak Anda (bila mereka sudah cukup umur tentunya), atau mungkin suami Anda. Dengan mempekerjakan mereka, maka secara tidak langsung mereka juga akan mempunyai rasa ikut memiliki dalam usaha tersebut. Dengan adanya rasa memiliki dari para anggota keluarga, maka dukungan yang diberikan kepada Anda untuk menjalankan usaha tersebut bisa makin besar.

5. Perencanaan Keuangan

Banyak usaha yang bangkrut karena kehabisan uang tunai. Karena itu penting sekali bagi Anda untuk memperhitungkan jumlah modal awal yang sebaiknya Anda miliki untuk bisa menjalankan usaha Anda. Alangkah baiknya apabila modal tersebut bisa mencukupi untuk membayar pengeluaran perusahaan selama 12 bulan ke depan.

Selain modal awal, apa yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Perkiraan arus kas adalah perhitungan yang menggambarkan berapa perkiraan arus keluar masuk uang tunai dalam usaha Anda. Sama seperti modal, maka alangkah baiknya kalau Anda memiliki perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Dengan demikian, dalam setahun ke depan, usaha Anda diharapkan tidak akan bangkrut hanya gara-gara kehabisan uang tunai.

Di samping hal-hal di atas, ada hal-hal lain yang perlu Anda perhatikan sehubungan dengan gaya berdagang Anda. Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa orang baik bahagia hidupnya. Tapi dalam bidang usaha, terlalu baik hati bisa menciptakan sejumlah hambatan. Dan memang banyak pemilik usaha kecil yang terlalu “baik” dalam menjalankan usahanya, seperti:

  • Mereka terlalu mengalah terhadap partner atau langganannya
  • Mereka menetapkan harga yang pas-pasan saja atas produk dan jasa yang dijualnya
  • Mereka terlalu baik hati dan kurang tegas terhadap bawahannya
  • Mereka merasa ada sesuatu yang salah, kotor atau tak bermoral kalau mereka mendapatkan uang, keuntungan atau kesempatan.

Karena itu, hindari hal-hal seperti itu. Pengusaha yang baik tidak berlaku baik, tetapi berlaku adil. Adil terhadap partner atau pelanggannya, adil terhadap harga barang dan jasa yang dijualnya, adil terhadap bawahannya, dan tentu saja adil terhadap dirinya sendiri.

Terakhir, yang paling penting, ada satu hal yang harus ada di benak Anda sebelum memulai usaha sendiri, yaitu: SIAP UNTUK GAGAL. Rencanakan keberhasilan Anda, tetapi bersiaplah untuk gagal. Sehingga apabila Anda betul-betul gagal, Anda tidak akan down.

Penyebab Kegagalan dalam Berwirausaha

Menjadi wirausahawan bisa dibilang susah-susah gampang. Namun apabila kita tekun dan giat dalam menjalankan usaha kita tentunya akan membawa hasil yang memuaskan. Walaupun begitu, usaha yang dirintis bisa menjadi hancur dengan cepat apabila kita tidak mengelolanya dengan baik. Beberapa Sebab Kegagalan usaha kecil adalah sebagai berikut:

1. Individu atau kelompok bisnis tidak punya komitmen secara total.

2. Karena ukuran bisnisnya yang kecil maka mereka mengabaikan prinsip-prinsip operasional perusahaan yang sehat.

3. Tidak Punya perencanaan yang jelas.

4. Perusahaan kecil biasanya enggan menggunakan promosi dan penelitian sebagaimana perusahaan besar.

5. Pengusaha kecil berlagak sebagai pengusaha besar yang sukses.

6. Dalam hal pemasaran - biasanya tidak ada yang kecocokan antara produksi dan pemasaran.

7. Banyak usaha kecil yang gagal karena tak jelas akan persoalan keorganisasian perusahaan.

8. Tak Jarang pengusaha pemula melakukan perluasan tanpa analisis dan perencanaan matang.

Tips Menjadi Wirausahawan Sukses

Menjadi wirausaha sukses adalah salah satu alternatif dalam menjemput rezeki. Sayangnya masih sedikit sekali yang berminat menekuninya. Dibanding Singapura atau negara tetangga Asean lainnya, persentase pebisnis di Indonesia masih sedikit. Bekerja atau menjadi karyawan masih menjadi pilihan nomor satu.

Kenapa? Salah satu penyebabnya ialah banyak yang mengatakan bahwa berwirausaha itu tidak mudah dan resiko yang tinggi. “Saya tidak bisa bisnis.” Ini adalah kalimat yang begitu akrab terdengar saat kita sedang berbicara bisnis. Tentu saja selain: “Saya tidak punya modal.”

Jika kita bekerja, pekerjaan kita sehari-hari akan fokus sesuai dengan jabatan kita. Sebagai contoh: jika Anda berada di departemen pemasaran, maka pekerjaan Anda fokus pada pekerjaan yang berkaitan dengan pemasaran. Berbeda dengan bisnis, semua pekerjaan harus kita tangani mulai dari pengadaan produk, pemasaran, keuangan, dan sebagainya. Sehingga bisnis terlihat begitu sulit. Ini adalah anggapan keliru.

Anggapan ini disebabkan oleh pemikiran: semuanya harus dilakukan sendiri. Mari kita belajar kepada Henry Ford. Dia bukan ahli dalam pembuatan mobil. Tetapi dia mampu memproduksi mobil yang berkualitas dan dalam jumlah banyak. Kunci menjadi wirausaha sukses ialah: tidak mengerjakan semuanya sendiri.

OK, langkah-langkah menjadi wirausaha sukses adalah seperti ini:

  1. Miliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis Anda. Meski Anda harus mengerjakan sendiri, tetapi Anda perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis Anda. Pertama pengetahuan tentang bagaimana menjalankan bisnis dan yang kedua pengetahuan tentang produk atau jasa yang akan Anda sediakan.
  2. Siapkan atau rancang sebuah sistem untuk menjalankan bisnis ini. Untuk hal ini, masih banyak yang asing. Padahal menurut Robert T. Kiyosaki, yang membedakan pebisnis (Kuadran B) dengan pedagang (kuadran S) adalah sistem. Jadi rancanglah sistem bagaimana menjalankan bisnis dengan benar dan bisnis bisa berjalan meski tanpa kehadiran Anda.
  3. Temukan orang untuk menjalankan sistem ini. Jika sistem sudah Anda desain dengan baik, Anda akan tahu orang seperti apa, memiliki keterampilan apa, dan seberapa banyak agar sistem berjalan dengan baik.
  4. Pastikan agar sistem berjalan dengan baik. Karena Anda adalah pemilik bisnis, maka Andalah yang bertanggung jawab jalan atau tidaknya sebuah sistem. Kemampuan Anda dalam memimpin orang-orang dalam bisnis Anda akan berperan besar disini.

Jadi Anda tidak perlu bisa segalanya. Tidak perlu melakukan segalanya. Yang penting adalah memiliki ide, merancang sistem, merekrut orang, dan kepemimpimpinan.Tidak bisa merancang sistem? Jangan khawatir, Anda pun bisa membayar orang untuk merancang sistem Anda. Anda pun bisa membayar orang untuk masalah perekrutan dan pengelolaan SDM.

Menjadi Wirausahawan

Banyak orang ingin memulai usaha atau menjadi wirausaha. Namun, banyak orang juga tidak memiliki pengalaman usaha sama sekali. Nah, untuk hal ini, ada jalur cepat menjadi wirausaha. Untuk menjadi orang sukses, belajarlah dengan orang yang sudah sukses. So, untuk memulai wirausaha, buat yang tidak punya pengalaman usaha, bisa mengambil beberapa pilihan jalur cepat menjadi wirausaha seperti yang akan disharingkan berikut ini.

Jalur cepat adalah dengan belajar dari pengalaman orang lain. Jalurnya sekarang ini ada beberapa, yaitu lewat waralaba dan business opportunity. Ada banyak waralaba dan BO sekarang ini. Mulai dari bidang usaha makanan, pendidikan, kursus, cuci mobil, dan lain-lain, sekarang sudah ada sistem waralabanya. Selain waralaba, sistem business opportunity juga memberikan kesempatan merintis usaha dengan lebih cepat. Di kedua sistem ini pemirsa bisa belajar usaha dengan belajar dari pengalaman orang lain, yaitu pewaralaba atau partner usaha.

Tentunya untuk berhasil, selain belajar dari hal-hal tehnis, seorang calon wirausaha sukses haruslah juga belajar mindset sukses dari partnernya atau pewaralabanya. Sering konsultasi dan ikuti panduan baik itu SOP waralaba atau business opportunity, juga langkah-langkah suksesnya.

Peluang Wirausaha

Wirausaha kenapa tidak ? Membangun suatu usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan kenapa tidak justru hal tersebut membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran sehingga tingkat atau grafik pengangguran akan semakin berkurang. Pemilih jenis usaha yang akan di geluti oleh anda yang ingin berwirausaha adalah hal yang tepat, berikut contohnya :

Sewa mobil jakarta

Membangun wirausaha sewa mobil di kota jakarta adalah hal yang sangat di gemari saat ini karena begitu banyak orang yang ingin membangun usaha sewa mobil jakarta selain modal yang tidak cukup besar tentunya laba yang akan kita dapatkan lebih besar selain itu perawatan mobil sewaan terbilang tidak susah kok, disaranakan anda harus mempunyai hubungan baik dengan bengkel – bengkel mobil sehingga biaya perawatan mobil dapat anda bicarakan dengan pihak bengkel mobil.

Rumah makan

Membangun rumah makan di kota jakarta memang dapat dikatakan seperti berjudi karena sudah banyaknya jenis rumah makan di jakarta, namun tidak ada salahnya asal makan yang anda sajikan unik, fresh, harga bersaing, nyaman dan fasilitas penunjang yang cukup saya yakin banyak pengunjung yang akan datang untuk makan di rumah makan anda.

Bursa mobil

Usaha lainnya adalah bursa mobil yaitu bursa jual beli mobil bekas, kenapa usaha ini saya pilih karena akhir – akhir ini mobil bekas semakin diminati sama halnya sewa mobil, usaha ini dapat di katakan menghasilkan laba yang besar tapi modal cukup pas di kantong. Hal terpenting untuk membangun usaha ini adalah perawatan mesin, body, dokumen penting mobil dan hal penting lainnya untuk mobil.

Tour travel

Usaha tour travel juga dapat saya katakan cocok untuk anda yang ingin berwirausaha karena banyak orang jakarta yang jenuh dari kota jakarta dan ingin berlibur ke luar kota atau ke luar negeri namun jika anda memilih usaha ini sebaiknya jalin hubungan baik dengan pihak airlines, sewa mobil, asuransi dan pihak lainnya yang dapat mendukung usaha anda, sehingga usaha tour and travel ini dapat berjalan dengan lancar dan laba pun anda dapatkan.